Kabar Dari Pesantren

Nasib Seorang Istri: Sorga Nunut, Neraka Katut

4 Oct 2015 - 17:20 WIB

Teliti sebelum terjadi,… terjadi ? jangan mundur
Istilah bobot,bibit, bebet dalam memilih jodoh sangat benar adanya, seorang wanita dalam menjalani kehidupan akan bertemu yang namanya pasangan hidup. Kehati hatian sangat diperlukan sebelum terjadinya pernikahan. Kebanyakan wanita dalam memilih sangat ditentukan oleh “kulit “ sang calon suaminya, walaupun kulit itu di bungkus dengan “kesholehan”, penampilan, harta dan jaminan akan kehidupan dia nanti setelah beristri. Terjadinya “kecocokan “ si wanita dan calon suaminya yang kita sebut perkawinan,cepat atau lambat akan terjadi gejolak, perbedaan pandangan dan kebiasaan yang akan menimbulkan komplik dan pertentangn paham dan ajaran yang didapat dari orangtua dan lingkungan masing-masing. Namun apapun yang terjadi….pertahankanlah!!! walalupun kapal bahtera yang anda jalani retak,bolong dan rusak diterjang ombak kehidupan, jangan biarkan dia hancur berantakan…..
Asam di gunung, garam di Lautan Ketemu di Belangga…
Bersatunya seorang wanita dan pria dalam rumahtangga adalah misteri sang pencipta yang luarbiasa dan patut anda renungkan….kalau anda menikah di umur 25 tahun dan anda mulai tahu ada jenis manusia lain di umur 8 tahun (akil balig), berarti anda menjalani hidup dengan lawan jenis selama 17 tahun sebelum terjadi perkawinan. Dalam rentang waktu yang sangat lama itu mungkin sudah ratusan ribu pria yang anda temui dan hanya satu orang yang menjadi suami anda. Sebagian besar suami yang di dapatpun berasal dari“manusia antah berantah”(baik di jodohkan, cari sendiri tapi baru berkenalan atau sudah lama pacaran, tapi hanya tau “kulitnya saja”) yang dia sendiri tidak tahu kenapa jatuh cinta,suka,merasa cocok/di cocok cokokkan. Sekilas terjadinya perkawinan hanyalah ‘kebetulan’ dan merasa sudah sehati, tapi sebenarnya itu mengandung misteri yang luarbiasa, kenapa? Coba renungkan,…..itu benar benar kekuasaan tuhan menggerakkan hati anda untuk menerima dia sebagai suami anda!!


KE SORGA NUNUT, KE NERAKA KATUT
Kehidupan rumah tangga harus dipertahankan apapun yang terjadi!! Karena kehidupan akhirat sangat di tentukan oleh kehidupan di dunia…….sewaktu terjadinya hisab di padang masyar maka pertanyaan pertama Allah akan berbeda antara laki-laki dan perempuan( ini sangat jarang di bahas oleh para Ulama). Untuk seorang laki-laki , pertanyaan pertama dari Allah ‘ bagaimana sholatmu?” kalau sholatnya benar maka dia akan masuk ke pertanyaan berikutnya…tapi kalau sholatnya tidak benar, maka dia akan masuk ke pintu lain yang tidak ada ujungnya..berbeda dengan seorang perempuan, pertanyaan pertamanya adalah “ apakah kamu bersuami atau tidak? Kalau bersuami ,mana suamimu? Kalau suami masuk surga maka istri masuk sorga kalau suami masuk neraka, maka istri masuk neraka. Oleh sebab itu kepatuhan seorang istri ke suami adalah mutlak,karena sorga dan nerakanya si istri ada ditangan sang suami!! Dan seorang laki laki akan memikul amanah yang sangat berat, karena tanggung jawab yang luarbiasa dipikul di akheirat nanti, tidak hanya istri, anak tapi juga jabatan yang di emban…
Sekian dulu tulisan ini, saya akan bahas lebih mendalam:
#. Kenapa seorang istri tidak boleh curhat ke siapapun permasalan rumah tangganya?
#. Mustahil Allah salah dalam menjodohkan hambanya!!
#. Sampai umur berapa orangtua boleh menasehati anaknya?
#. Kenapa nasehat orangtua kepada anaknya yang sudah menikah sudah tidak mempan lagi?
#. Seberapa mutlakkah kekuasaan suami terhadap istri?
#. Kenapa seorang perempuan lebih susah masuk sorga tanpa suami, dan seorang laki-laki lebih mudah kalau sendiri?
#. Kenapa seorang istri lebih tinggi ibadahnya kalau dia mengurus rumah tangga di banding bekerja?
salam


TAGS   nasib istri / sorga dan neraka / bibit bebet bobot /


Author

Pesantren miftahul huda yang berada dibawah naungan Yayasan At-Tauziriyah Wanaraja yang terletak di wanaraja – garut Jawa Barat merupakan pesantren yang mengembangkan Tafakur Meditasi Islam yang mana santrinya sudah menyebar keseluruh indonesia dan juga luar negeri. Pesantren lebih banyak memberikan ilmu kehidupan kepada santrinya bagaimana cara menjalani kehidupan sesuai ajaran islam dengan benar, pesantren juga rutin 5 kali dalam setahun terutama Hari Besar Islam (HBI) yaitu memberikan santunan berupa sembako kepada yatim piatu dan fakir miskin serta masyarakat sekitar dengan cara mengantarkan langsung kerumah-rumah yang berhak menerima manfaat sebagai bentuk memuliakannya serta memberdayakan masyarakat lewat kerjasama dan bantuan langsung kemasyarakat sekitar pesantren. Begitu pula sebagai Yayasan yang menaungi pesantren saat ini ada 3 program utama yaitu : mengembangkan program Tafakur Meditasi Islam dengan cara mengajak dan menyampaikan kesemua kalangan, program pemberdayaan (empowering), serta program sosial (charity) yang islami. Visi : - Menjadi Yayasan dan Pesantren terbaik dan terpercaya dalam membangun ummat manusia sebagai hamba Allah SWT yang kuat dalam menjalani kehidupan. Misi : - Menjadikan santri taat kepada Allah SWT, kuat dalam menjalani kehidupan dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. - Memberdayakan masyarakat sekitar dan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar pesantren yaitu berdasarkan potensi masyarakat dan daerah itu sendiri. - Mengembangkan kemitraan dengan masyarakat, perusahaan, pemerintahan dan lembaga swadaya masyarakat dalam dan luar negeri. - Memberikan pelayanan kesehatan, edukasi dan pemberantasan kemiskinan serta beasiswa kepada yatim piatu, santunan kepada jompo dll. Kepada masyarakat penerima manfaat (beneficiaries).

Recent Post

Recent Comments

Archive